ubuntu muslim edition
10:53:00 AM | Author: Nik Muhammad Amin













Ubuntu Muslim Edition
UbuntuME stands for Ubuntu Muslim Edition. Ubuntu Muslim Edition is a free, open source operating system based on the popular Ubuntu Linux.

Ubuntu Muslim Edition is a set of packages that customizes the Ubuntu distro by installing islamic software (prayer times, Quran study tool, web content filtering tool etc.) and by changing its design.

Ubuntu is a great distro, easy to use for a novice user, with the most-used Office, Internet, Graphics and Video applications already installed but we think that for Muslim users it would be great to have “out of the box” Islamic software and tools installed as well.

Follow these instructions.
for more information : http://www.ubuntume.com/












Palestine
7:02:00 PM | Author: Nik Muhammad Amin
Bahaya yang mengancam Al-Quds dan Al-Aqsha
6:46:00 PM | Author: Nik Muhammad Amin
Bahaya yang mengancam Al-Quds dan Al-Aqsha
Oleh Prof DR. Ahmad Yusuf Abu Halabiyah





Penodaan yang terus berlanjut terhadap kota suci Al-Quds berikut Al-Aqsha dan tempat suci lainya merupakan bahaya laten yang termasuk dalam Grand Design Yahudi dalam rangka meyahudikan kota Al-Quds. inilah yang tergambar dalam pengusiran secara sistematis terhadap bangsa Palestina dan Arab dari kota tersebut dan menjadikan bangsa Palestina sebagai minoritas di wilayah itu. Kemudian mereka membuat undang-undang hak kepemilikan terhadap tanah yang ditinggalkan tuanya, bersama dengan sisa-sisa keislamannya. Mereka juga melakukan berbagai usaha untuk menghancurkan al-Aqsha serta membangun Haikal yang mereka klaim berada di bawah Masjid Al-Aqsha.

Diantara strategi untuk menguasai Al-Quds berikut masjid dan tempat sucinya, mereka melakukan dalam berbagai sisi, sebagai berikut ini :

Pertama : Dalam Bidang Pertanahan

1.Mengeluarkan 25 UU dan Intruksi untuk menggusur tanah dan ladang milik warga Arab yang dimilki secara sah. Diantara UU tersebut adalah UU tentang kepemilikan harta yang ditinggalkan tuanya. Disamping itu ada UU zona hijau, UU Penggusuran untuk kepentingan umum, UU pajak yang mencekik leher terhadap tanah dan ladang milik para petani, hingga mereka tak bisa bayar. Dan terakhir UU perlindungan alam.

2.Membekukan atau membatalkan gedung baru yang dibangun untuk warga Arab Palestina. Larangan memperluas bangunan, di bawah atau di atasnya. Merubuhkan rumah-rumah yang dianggap tidak mempunyai izin tertulis dari pemerintah Israel. Sampai sekarang sudah 550 rumah yang dihancurkan dengan alasan tanpa surat izin dari pemerintah.

3.Membuat koloni permukiman Israel di tanah rampasan. Sampai saat ini sudah 35 % wilayah Al-Quds menjadi permukiman Israel yang dulunya perkampungan bangsa Arab

4.Membuat tembok rasial yang menggabungkan wilayah jajahan Israel sekaligus mengeluarkan perkampungan Arab dari wilayah Al-Quds. Kemudian menyatukan sejumlah permukiman Israel menjadi bagian dari kota Al-Quds terjajah.

Kedua : Dari sisi Demografi

Israel membuat sejumlah siasat untuk mempercepat perubahan demografi di wilayah Al-Quds dengan berbagai cara. Diantaranya,

1.Mengambil KTP warga Al-QUds dengan berbagai sebab kemudian membatalkan kependudukan mereka di Al-Quds dan berupaya mengusirnya ke luar Al-Quds.

2.Melakukan intimidasi dan tekanan agar warga arab Al-Quds agar tidak betah di sana. Seperti yang terjadi dengan 160 keluarga yang memilih meninggalkan al-Quds karena tidak kuat dengan tekanan. Sejak tahun 1967 sudah 17000 warga Al-Quds memilih keluar dari sana, ditambah sebelumnya sudah keluar sekitar 12000 warga dari Al-Quds dan menetap mash di wilayah Palestina. sementara itu, 8000 lainya memilih tinggal di luar Palestina lainya, ketika terjadi ekspansi Israel ke Al-Quds.

3.Membodohi warga Arab dan berupaya untuk merusak akhlaknya, melalui menuman keras atau narkoba secara massif, agar generasi Palestina tidak peduli lagi terhadap masalah Negara dan agamanya.


Itulah berbagai upaya Israel untuk meyahudikan kota Al-Quds secara geografi maupun demografi. Sementara itu mereka juga mendapat berbagai kseulitan untuk hidup di tengah komunitas yahudi di Al-Quds, seperti,

1.Susahnya memperoleh kewerganegaraan Israel, terutama bagi mereka yang identitas Palestinanya hilang atau dirampas Israel.

2.Sulitnya mendapatkan kewarganegaraan asing di Al-Quds. barang siapa yang kedpaatan tidak punya identitas selama tiga bulan di Al-Quds maka akan segera dideportasi keluar al-Quds.

3.Warga Palestina yang tinggal di Al-Quds, tidak diperbolehkan mempunyai KTP Palestina, berdasarkan kesepkatan Oslo.

4.Meraka yang berkewarga negaraan Yordania pun, tidak diperkenankan tinggal di Al-Quds, sesuai kesepakatan Wadi Arabi.


Dengan demikian, maka Al-Aqsha dan Al-Quds serta tempat suci lainya diambang bahaya yang sangat besar yang datang dari semua sisi kehidupan. (asy)


Laporan TIM Al-Quds di Dewan Parlemen Palestina
Selamat menyambut Aidil Adha 1428 H
8:53:00 PM | Author: Nik Muhammad Amin
amaLan mempercepatkan joDoh
11:45:00 PM | Author: Nik Muhammad Amin


Alaikum salam wbt,

Petua untuk dapat jodoh (sebagai tambahan kepada usaha2 lain).. amalkan ayat 131 dan 132 Surah Toha selepas solat setiap solat fardu, bermula dari :

" Walaa tamuddanna'ainaika illa ma mata'na bihi azwajanminhum zahratul hayattu linaftinahum fiih, warizqo robbikaa hairu wa abqa, wa' mur ahlakaa bisSolaati,wastabir 'alaiha, laa nas aluka rizqo, nahnu narzukuqa, wal'aqibati lit taqwa......." bererti

"Jangan lah pandangan mata kamu terpesona melihat perhiasan kehidupan (yang Kami beri kepada orang2 kafir) yang menjadi ujian padanya. Dan rezeki kurniaan daripada tuhanmu (Allah) itulah lebih baik dan kekal(balasan Syurga). DAn suruhlah /arahkan ahlimu (keluarga dan anak2 serta org terdekat) mengerjakan solat, dan bersabarlah kamu atas perkara itu. Tidak lah Kami minta rezeki dari mu, tetapi Kamilah(Allah) yang mengurniakan rezeqi kepadamu dan 'akibat kesudahan baik itu adalah bagi mereka yang bertaqwa"

juga ada doa yang boleh dijadikan sarana permohonan kepada Allah agar mendapatkan jodoh, antara lain doa nabi Zakariya yang artinya:

Dan (ingatlah kisah) Zakariya, tatkala ia menyeru Tuhannya 'ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri, dan Engkau adalah Waris Yang Paling Baik'. (QS. Abiya/ 21: 89)


Selain itu, perbanyak membaca shalawat nabi Muhammad saw. Allahumma shalli wasallim ëalaa sayyidinaa Muhammad. Waíalaa aali sayyidinaa Muhammad. (Ya Allah, semoga kesejahteraan dan keselamatan tercurah kepada junjungan nabi Muhammad saw., dan segenap keluarga beliau). Dibaca minimal 1000 kali dalam sehari semalam. Insya Allah doa Anda dikabulkan oleh Allah SWT. (11)
..teratak ilmu..
ciNta sebeLum kaHwin
11:32:00 PM | Author: Nik Muhammad Amin
Ustaz Azhar - Arak
12:47:00 AM | Author: Nik Muhammad Amin
Rasulullah dan Pengemis
8:03:00 PM | Author: Nik Muhammad Amin
Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, "Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya". Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW praktis tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan istri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, "Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?". Aisyah RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja". Apakah Itu? ", tanya Abubakar RA. "Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi keujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana", kata Aisyah RA.


Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, "Siapakah kamu ? ". Abubakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa." "Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", bantah si pengemis buta itu. "Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatang! iku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku", pengemis itu melanjutkan perkataannya.


Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW". Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, "Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA, dan saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim . Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW? Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau? Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq. Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya




jOm downLoad ceramah + alQuran
9:56:00 PM | Author: Nik Muhammad Amin



Alaikum salam wbt

ceramah : http://mykuliah.com/

mp3 alQuran : http://quranicaudio.com/

doWnload sekaRang !



Mari mengHafal al-Quran !
7:08:00 AM | Author: Nik Muhammad Amin




Sebelum menghafal
1. Mempunyai azam dan minat untuk menghafal
2. Memilih waktu yang sesuai untuk menghafal.
3. Memilih tempat yang sesuai untuk menghafal.
4. Berada dalam keadaan tenang.
5. Kosongkan fikiran sebelum menghafal.
6. Pilih sebuah jenis mashaf dan jangan ubah dengan jenis mashaf lain.
7. Beristighfar, membaca selawat dan doa sebelum mula menghafal.
8. Membaca ayat 164 surah Al-Baqarah sebelum mula menghafal.


Teknik Menghafal

A. Teknik "Chunking"
1. Memisah-misahkan sepotong ayat yang panjang kepada beberapa bahagian yang sesuai mengikut arahan guru.
2. Memisah-misahkan selembar mukasurat kepada beberapa bahagian (2 atau 3 bahagian) yang sesuai.
3. Memisah-misahkan surah kepada beberapa bahagian, contohnya mengikut pertukaran cerita.
4. Memisah-misahkan juz kepada beberapa bahagian mengikut surah, hizib, rubu', cerita dan sebagainya.
5. Memisah-misahkan Al-Qur'an kepada kelompok surah, setiap 10 juz dan sebagainya.


B. Teknik Mengulang
1. Membaca sepotong atau sebahagian ayat sekurang-kurangnya lima kali sebelum mula menghafalnya.
2. Membaca ayat yang telah dihafal berulang-ulang kali (10 atau lebih) sebelum berpindah ke ayat seterusnya.
3. Selepas menghafal setiap setengah mukasurat, harus diulang beberapa kali sebelum diteruskan bahagian yang kedua.
4. Selepas menghafal satu mukasurat diulang beberapa kali sebelum diteruskan ke muka surat seterusnya.
5. Sebelum menghafal bahagian Al-Qur'an seterusnya, harus diulang bahagian yang sebelumnya.


C. Teknik Tumpu dan Ingat
1. Menumpukan penglihatan kepada ayat, mukasurat dan lebaran.
2. Pejamkan mata dan cuba melihatnya dengan minda.
3. Sekiranya masih lagi kabur, buka mati dan tumpukan kembali kepada mashaf.
4. Ulanglah sehingga dapat melihat ayat atau mukasurat tersebut dengan mata tertutup.


D. Teknik Menghafal Dengan Seorang Teman
1. Pilih seorang teman yang sama minat.
2. Orang yang pertama membaca dengan disemak oleh orang yang kedua.
3. Orang yang kedua membaca dengan disemak oleh orang yang pertama.
4. Saling menebuk ayat antara satu sama lain.


E. Teknik Mendengar Kaset
1. Pilih seorang qari' yang baik bagi seluruh Al-Qur'an atau beberapa qari' bagi surah-surah tertentu.
2. Sebelum mula menghafal, dengar bacaan ayat-ayat yang ingin dihafal beberapa kali.
3. Amati cara, lagu dan tempat berhenti bacaan qari' tersebut sehingga terpahat di fikiran.
4. Mula menghafal ayat-ayat tersebut dengan cara dan gaya qari' tersebut.
5. Sentiasa mendengar kaset bacaan Al-Qur'an dan kurangkan atau tinggalkan pendengaran lagu kerana ia akan mengganggu penghafalan.


F. Teknik Merakamkan Suara
1. Rakamkan bacaan kita di dalam kaset dan dengar semula untuk memastikan bacaan dan hafalan yang betul.
2. Bagi kanak-kanak, rakamkan bacaan ibu-bapa atau guru kemudian diikuti oleh bacaan kanak-kanak tersebut. Minta kanak-kanak tersebut mendengar kembali rakaman tersebut beberapa kali hingga menghafalnya.


G. Teknik Menulis
1. Tulis kembali mukasurat yang telah dihafal.
2. Kemudian semak semula dengan mashaf.
3. Menulis setiap ayat pertama awal mukasurat, atau setiap rubu', atau setiap juz, atau setiap surah dalam satu helai kertas.


H. Teknik "Pointers" dan "Keyword"
1. Buat beberapa kotak.
2. Setiap kotak merupakan satu mukasurat.
3. Catit dalam kotak tersebut beberapa perkataan yang menjadi keyword bagi mukasurat tersebut.
4. Merenung dan membayangkan kotak tersebut dalam ingatan.


I. Teknik Menghafal Sebelum Tidur
1. Membaca atau menghafal beberapa potong ayat sebelum tidur.
2. Semasa melelapkan mata, dengar kaset bacaan ayat-ayat tersebut dan bayangkan posisi-nya di minda kita.
3. Dengar kembali dari awal surah, juz atau hizib, atau mana-mana yang sesuai sehingga ayat yang telah dihafal. Cuba bayangkan ayat-ayat yang didengar dari kaset di minda kita.


J. Teknik "Mindmaping"
1. Bagi setiap Juz, buat 8 cabang, setiap cabang satu rubu'. Tulis ayat pertama rubu' tersebut dicabangnya.
2. Bagi setiap surah, buat cabang bagi setiap pertukaran cerita atau rubu'.
3. Bagi setiap 10 juz, buat cabang bagi setiap juz, dan cabang yang lebih kecil bagi rubu'.


Mengekalkan Hafalan
1. Jauhi maksiat mata, maksiat telinga dan maksiat hati.
2. Banyak berdoa, terutama waktu mustajab doa seperti ketika berbuka puasa, ketika belayar, selepas azan dan lain-lain lagi.
3. Kerjakan solat hajat kepada Allah.
4. Kerjakan solat Taqwiyatul hifz.
5. Menetapkan kadar bacaan setiap hari, contohnya, selembar, setengah juz, 1 juz dan sebagainya.
6. Membaca pada waktu pagi dan mengulangnya pada waktu malam.
7. Jangan membaca ketika sedang bosan, marah atau ngantuk.
8. Menulis setiap ayat yang mutashabih.


sumber :
http://www.amir.com.my/
TERTAWA DI DUNIA MENANGIS DI AKHIRAT
3:04:00 PM | Author: Nik Muhammad Amin


Dalam satu hadith, Nabi saw bersabda'Banyak tertawa dan tergelak-gelak itu mematikan hati'.


Banyak tertawa menjadikan hati semakin malap dan tidak berseri. Lampu hati tidak bersinar dan akhirnya terus tidak menyala. Hati tidak berfungsi lagi.


Nabi Muhammad melarang ummatnya dari gelak-ketawa yang melampaui batas. Menurut hadith, banyak ketawa menghilangkan akal dan ilmu. Barangsiapa ketawa tergelak-gelak, akan hilang satu pintudaripada pintu ilmu.


Kenapa dilarang ketawa berdekah-dekah? Dalam keadaan suka yang keterlaluan, hati kita lalai dan lupa suasana akhirat dan alam barzakh yang bakal kita tempuhi kelak. Sedangkan dahsyatnya alam tersebut tidak dapat dinukilkan dalam sebarang bentuk media. Kita sedang menuju ke satu destinasi yang belum tentu menjanjikan kebahagiaan abadi. Sepatutnya kita berfikir bagaimana kedudukan kita di sana nanti, sama ada berbahagia atau menderita. Berbahagia di dunia bersifat sementara tetapi di akhirat berpanjangan tanpa had. Penderitaan di dunia hanya seketika tetapi di akhirat azab yang berterusan dan berkekalan. Merenung dan memikirkan keadaan ini cukup untuk kita menghisab diri serta menyedarkan diri kita tentang bahaya yang akan ditempuh.


"Tertawa-tawa di masjid menggelapkansuasana kubur". Demikian ditegaskan oleh Nabi saw (bukan hadis sahih). Kita sedia maklum, kubur ialah rumah yang bakal kita duduki dalam tempoh yang panjang. Kita keseorangan dan kesunyian tanpa teman dan keluarga. Kubur adalah satu pintu ke syurga atau neraka. Betapa dalam kegelapan di sana, kita digelapkan lagi dengan sikap kita yang suka terbahak-bahak di dunia.


Ketawa yang melampaui batas menjadikan kita kurang berilmu. Apabila kurang ilmu, akal turun menjadi kurang. Kepekaan terhadap akhirat juga menurun. Nabi saw pernah bersabda: "Barangsiapa tertawa-tawa nescaya melaknat akan dia oleh Allah (Al-Jabbar). Mereka yang banyak tertawa di dunia nescaya banyak menangis di akhirat."


Saidina Ali sentiasa mengeluh '....jauhnyaperjalanan ... sedikitnya bekalan ....' Walaupun hebat zuhud dan ibadat beliau, namun merasakan masih kurang lagi amalannya. Betapa kita yang kerdil dan malas beribadat ini sanggup bergembira 24 jam.


Dalam hadith lain, Nabi saw bersabda"Barangsiapa banyak tertawa-tawa, nescaya meringankan oleh api neraka."Maksudnya mudah dimasukkan ke dalam neraka.


Kita tidak pula dilarang menunjukkan perasaan suka terhadap sesuatu. Cuma yang dilarang ialah berterusan gembira dengan ketawa yang berlebihan. Sebaik-baik cara bergembira ialah seperti yang dicontohkan oleh Nabi saw. Baginda tidak terbahak-bahak tetapi hanya tersenyum menampakkan gigi tanpa bersuara kuat.

Para sahabat pernah berkata "Ketawa segala nabi ialah tersenyum, tetapi ketawa syaitan itu tergelak-gelak."
Rahsia Khusyuk Dalam Solat
12:45:00 AM | Author: Nik Muhammad Amin
Ramai orang Islam yang mengerjakan solat tetapi berapa ramai yang dapat merasai khusyuk di dalam solatnya ? Khusyuk merupakan perkara maknawi yang tidak dapat dilihat namun mampu dirasa oleh sebahagian orang. Sebuah kitab fiqh yang menyentuh secara khusus tentang bab solat ini ialah Muniyatul Musalli yang mana solat digambarkan sebagai persembahan hadiah kepada Khaliq. Solat yangtidak khusyuk ibarat persembahan hadiah yang tidak bernilai dan tidak memberi sebarang makna.
Perumpamaan yang dinukilkan oleh pengarang kitab ini ialah solat itu diibaratkan seperti batang tubuh manusia. Kemuncak bagi matinya fungsi batang tubuh ialah apabila tiada lagi roh atau nyawa yang mendiami batang tubuh tersebut. Justeru, solat yang tidak khusyuk telah dimenefestasikan oleh pengarang kitab sebagai batang tubuh yang tidak bernyawa, kaku dan mati.
Secara ironisnya, perkara paling asas yang harus difahami oleh setiap orang Islam ialah kebersihan hati menjadi faktor yang membawa kepada kekhusyukan solat. Oleh yang demikian, dalam usaha untuk mencapai kekhusyukan dalam solat, penekanan perlu diberikan kepada ibadah hati tanpa mengabaikan rukun-rukun yang berkaitan dengan anggota badan.
Menurut Imam al-Ghazali di dalam kitabnya Ihya Ulumuddin ada menyebut bahawa enam unsur ibadah hati yang perlu diberi perhatian ialah kehadiran hati, pemahaman, pengagungan, merasai kehebatan, harap dan malu. Kehadiran hati bermaksud, hati tidak menerawang memikirkan perkara yang lain daripada solat. Pemahaman bermaksud, memahami segala perkataan yang dilafazkan di dalam solat.
Pengagungan dan merasai kehebatan bermaksud, berasa takut terhadap Allah hasil daripada kefahaman berhubung keagungan dan kebesaran ilahi. Harap pula bermaksud, mengharapkan pahala daripada Allah kerana Dialah sahaja tempat pergantungan bagi manusia. Malu bermaksud, berasa malu dengan ibadah yang telah dilakukan kerana pastinya terdapat kekurangan padanya.
Beberapa pengaruh luaran turut perlu dikawal dan dijaga dalam memastikan seseorang mampu mencapai tahap khusyuk di dalam solatnya. Antaranya, jika seseorang berasa lapar hendaklah beliau menjamah makanan terlebih dahulu sebagaimana sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Imama Bukhari dan Muslim yang bermaksud : Apabila datang makanan malam dan iqamat untuk solat telah dilaungkan, mulailah dengan mengambil makanan terlebih dahulu”.
Dalam kitab Ihya Ulumuddin pada bab Rahsia Solat Dan Kepentingannya, Imam al-Ghazali berkata : “pengaruh luar merupakan sesuatu yang boleh memberi kesan kepada pendengaran dan penglihatan dan sekaligus menganggu kekhusyukan seseorang. Oleh iu, menjauhkan diri dari kesemua perkara tersebut merupakan satu-satunya jalan yang boleh dilakukan. Sebagai contoh, tidak melaksanakan solat di tempat yang dipenuhi ukiran kesenian atau di atas sejadah yang mempunyai celupan warna yang menarik serta gambar-gambar.
Ketika hendak bertakbiratul ihram hendaklah dikeluarkan dari hatinya segala perkara yang boleh menganggu jiwanya, dan dimasukkan ke dalam hati itu ingatan
kepada akhirat dan dibayangkan keadaan huru-hara ketika berdepan dengan Allah pada satu hari nanti.
Walaubagaimanapun, hawa nafsu memang susah hendak dikawal. Manusia akan terus bermain tarik tali dengan hawa nafsunya. Manusia yang memang mencintai dunia dan condong kepadanya tidak boleh mengharapkan kelazatan brmunajat di dalam solat.
Justeru, mujahadah hendaklah dilakukan dan ini merupakan satu ubat yang pahit. Cita-cita duniawi dan cita-cita ukhrawi yang terdapat di dalam hati boleh diumpamakan seperti satu gelas yang dipenuhi air dan cuka. Seberapa banyak air yang dimasukkan ke dalam gelas itu akan mengeluarkan jumlah yang sama daripada cuka. Kedua-duanya tidak boleh berkumpul menjadi satu.
Wallahua’lam...
Menjaga Keteguhan Aqidah
2:34:00 PM | Author: Nik Muhammad Amin



Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:”Bukalah (ajarkanlah) anak-anak kamu kalimah pertama dengan “la ilaaha illa Allah”.”
Riwayat al-Hakim

Huraian
1. Kalimah tauhid adalah merupakan asas aqidah dan prinsip tauhid dan iman.
2. Rasulullah SAW memerintahkan kita agar memulakan hidup setiap anak dengan memperdengarkan kalimah tauhid menerusi laungan azan dan iqamah ke telinga mereka selepas dilahirkan.
3. kanak-kanak adalah individu yang mudah diajar. Oleh itu anak-anak yang membesar dengan mendapat didikan agama yang cukup dan sempurna akan mudah dilentur. Mereka tidak akan mudah terpengaruh dengan perkara yang buruk apalagi ajaran-ajaran yang dibawa oleh golongan yang kufur dan sesat sekiranya ibu bapa tidak mengabaikan peranan dan kewajipan mereka.