Jangan remehkan hal-hal yang kecil
12:13:00 PM | Author: Nik Muhammad Amin


Seringkali hal-hal yang dianggap kecil akan mengakibatkan penyesalan besar bila diremehkan. Seperti kisah seorang anak kecil berlari dengan tergesa-gesa menuju ibunya lalu berkata, "Bu, apa nama lubang yang ada di depan rumah kita? Ibunya menjawab, "Ibu sedang sibuk masak. Pergi tanya ayah kamu!" Anak itu pun berlari menuju ayahnya dan menanyakan perkara yang sama, "Ayah, apa nama lubang di depan rumah kita?" Ayahnya menjawab, "Ayah sedang membaca Al-Quran. Pergi tanya kakakmu!"

Kemudian anak itu berlari ke arah kakaknya dan menanyakan hal yang serupa, "kak, apa nama lubang di depan rumah kita?" Si kakak menjawab, "Namanya sumur." Anak kecil tu kemudiannya berkata, "kak, cepatlah pergi ke lubang itu. adik kita jatuh ke dalam lubang itu, Kak."

Saya terfikir, kalau perkara yang melibatkan Sunnatullah memerlukan agar kita tidak memandang remeh dalam hal tersebut, apatah lagi apabila melibatkan perkara Syariatullah. So, kalau memandang remeh pada dosa yang dilakukan bagaimana? Huh, saya berdoa agar Allah kuatkan diri saya merempuh kehidupan di belantara MMU ni. Sangat tak mampu untuk meniru sahabat nabi yang melihat dosa seperti gunung yang akan menghempap diri. Tapi tak pula meniru golongan yang menganggap dosa seperti lalat yang hinggap di hidung. Bisa tepis bila-bila masa. Pun begitu, saya akan cuba sedaya upaya.

Setiap orang akan dihukum oleh dosa yang dilakukan. Cepat atau lambat hanya soal waktu. Lebih cepat lebih baik, biar segera sedar dan mengambil pelajaran besar.

This entry was posted on 12:13:00 PM and is filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

1 Komentar:

On February 5, 2010 at 11:41 PM , Mawar Berduri said...

Assalamualaikum wbt,

syukran akhi amin atas prkongsian anta. sama samalah kita tidak mmandang remeh pd dosa yg dilakukan.

anta balik cuti NY ni?